Adek, kamu nakal banget sih?, ekspresi wajah Kak Risa sangat berbeda.
Kak, aku sayang sama kakak, Kak Risa memandangiku dengan sayu, tangannya mengusap pipiku.
Kakak juga sayang kamu.
Dengan berani aku mencoba mengajak Kak Risa untuk melakukan hubungan seks denganku.
Kak, boleh aku melakukannya sama Kakak.
Kak Risa terdiam mematung, kepalanya tertunduk untuk beberapa saat. Suasana benar-benar hening, sampai nafas kamipun terdengar sangat jelas.
Setelah itu dia kembali memandangku sambil bertanya, Kamu yakin mau melakukannya Dek?.
Suara Kak Risa sangat pelan sekali. Aku tak menjawab, aku hanya melihat tatapan mata Kak Risa yang sangat berbeda, aku tak bisa menggambarkannya, tapi aku tahu Kak Risa rela melakukannya denganku. Langsung kulepas celana dalamku. Kemudian aku agak bergeser ke bawah, kulebarkan kedua kakinya. Senjataku tampak tegak berdiri, tapi tidak sebesar orang dewasa, masih ukuran standart anak 12 tahun. Kak Risa terus menatap wajahku saat aku mengarahkan senjataku tepat di depan vaginanya.