Aku langsung merebahkan Dewi di lantai beralas koran dan menjilati memeknya dulu sekali lagi.

"Udah dong, Mas. Masukin aja..!" serunya sambil meremas-remas sendiri payudaranya.

Tanpa basa-basi aku langsung memasukkan batangku ke dalam vaginanya.

"Aaaghh.., yes..!" Dewi mengerang, entah kesakitan atau saking enaknya.

"Sakit, Dew..?"

"Engga kok, Mas. Enak.. enak banget. Bener kok. Terusin dong, Mas.. terusin..!" jawab Dewi sambil memegang pundakku.

Aku mulai menggerakkan batangku keluar masuk goa di tengah hutan lebatnya Dewi. Aaahh.. benar-benar enak banget. Kupikir akan sulit menembus kedalaman vagina Dewi, mungkin gara-gara basah banget kali yah jadi gampang. Saking basahnya vagina Dewi yang dipenuhi 'Juice Cinta', aku dengan cepat dapat 'mengasah' batangku di dalam kemaluannya. Kaki yang mengangkang diangkat ke atas benar-benar membuatku terangsang.

"Terus, Mas.. terus.. yes..! Yang dalem.. iya gitu.. terus.. aahh.., iya.. ya.." ujarnya sambil membuka selangkangannya lebih lebar dan menggelepar keasyikan.

Melihat tingkahnya yang begitu, membuatku semakin bersemangat bermain dengannya.

"Enak, Mas..?"

"Enak banget, Dew.. aahh. Kamu suka khan..?"

Dewi hanya mengangguk keenakan.

Lelah dengan satu posisi, kami mengganti posisi. Dewi berdiri sambil menungging memegang meja tua. Aku langsung 'menusuk'-nya dari belakang.

"Pegang susuku dong, Mas..!" pinta Dewi memelas.