Tetapi sebagai perempuan normal Sarah tidak terlalu mendapatkan kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu. Dan kini ketika jemari lelaki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah nafsu ditubuh Sarah. Seakan haus yang selama ini ada telah menemukan air yang dingin segar.

“Ah..terus Fan..” desahnya membara.

Kuluman bibirkamiterus saling bertaut. Lidahkamisaling menjilat, berpilin mesra. Aku mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga dengan Sarah mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini. Selama bertahun-tahun Sarah dapat meredam hasratnya. Tak ada keberanian untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya semakin menggumpal.Malam ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak ada dirumah. Sejak Aku kost dirumahnya, Sarah telah memperhatikannya dan Aku juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya.

Malam ini Sarah tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Aku ingin hasratnya terlampiaskan.Mulutkamisudah saling lepas, dan mulut Aku mulai menyusuri leher jenjang Sarah yang selama ini tertutup rapat. Mulut Aku menciumi leher jenjang yang lembut itu beberapa saat terus kebawah sepertinya hendak kedaerah belahan dada Sarah, tapi tiba-tiba Aku bergeser dari duduknya dan bersimpuh di lantai dan melepaskan ciumanya sehingga mukanya berada diantara paha Sarah yang mengangkang dimana bibir memeknya sedang dirabai jemari pemuda itu.Rupanya Aku ingin memberikan rangsangan yang lebih lagi dan rupanya Sarah juga faham maksud Aku.