Sebelumnya perkenalkan, nama Aq Lolik. Saat ini Aku adalah seorang mahasiswi di daerah Ibukota Jakarta. Saat ini aku akan menceritakan kisahku yang aku alami di rumah Neneku yang ada di daerah Bilangan, Jawa Tengah.

Saat itu aku sedang menuju kerumah Nenekku menggunakan angkutan umum Kereta Api. Udara panas di dalam kereta membuat seluruh keringatku mengucur sebesar-besar jagung. Memang beginilah keadaannya kalau naik kereta siang-siang, apalagi perjalanan jauh. Kalau pergi ke rumah nenek memang paling praktis kalau naik kereta walaupun panasnya tidak ketulungan, soalnya tinggal turun, jalan sedikit, sampai deh.

Sekitar jam empat lewat sedikit, kereta yang kutumpangi tiba di stasiun kecil di ibukota kecamatan di bilangan utara Jawa Tengah. Keadaan stasiun di sini tidak sekacau di Jakarta. Aku pun berjalan menyusuri rel berbalik kea arah Jakarta. Melewati gang-gang kecil, tak lama aku tiba di rumah nenek.

"Kulo nuwun.., Mbah.. Mbah..?" sapaku sambil mengetuk-ngetuk pintu.

"Lah, koe toh Lik. Masuk.. masuk, Mbah kirain siapa. Numpak bus opo sepur..?"

"Kereta, Mbah."

"Gimana kabar Bapak sama Ibumu..?"

"Baik, Mbah. Ini ada titipan dari Ibu," jawabku sambil meberikan sebuah bungkusan titipan ibu.

"Yo wis, mandi dulu sana."

Aku pun langsung mandi, kalau udaranya panas seperti ini memang paling enak mandi. Jebur-jebur..!