Kota Cirebon kota batik,
Tak ada pabrik tak ada mesin. 
Kamu cewek paling cantik,
Marahnya saja bikin gemesin.

Tenggerokan haus pengin minum
Air jernih dari sungai Citarum.
Apalagi kalau tersenyum,
Dunia ini rasanya harum.

Bukan mati sekedar layu,
Tumbuh di sela-sela batu. 
Bukan aku pandai merayu,
Tiada bandingan cantikmu itu.

Jual tanah tak laku-laku,
Tentu hati terasa pilu. 
Kalau saja engkau terima cintaku,
Ah langsung saja ke penghulu.