Seks sebagai obat
Menurut Timothy Fong, MD, profesor psikiatri di UCLA's David Geffen School of Medicine, seks itu seperti obat-obatan. Meski tak persis sama, kokain dan seks melibatkan daerah otak dan wilayah otak yang sama.

Seks membuat seseorang merasa lebih baik, karena itulah orang menginginkan dan menyukainya. Kesenangan yang didapatkan dari seks sebagian besar disebabkan oleh pelepasan dopamin, neurotransmiter yang mengaktifkan pusat penghargaan otak.

Bercinta juga rupanya bisa mengurangi rasa sakit. Dalam sebuah penelitian di Jerman tahun 2013, periset melibatkan 60% peserta yang menderita migrain dan 30% penderita sakit kepala cluster (rasa sakit kepala biasanya tetap, intensif, dan tidak berdenyut, yang terasa jauh di dalam kepala atau di sekitar mata pada satu sisi kepala).

Penelitian itu juga menemukan bahwa para peserta menyatakan kelegaan sebagian atau total setelah bercinta.

Selain itu, seks juga dapat membuat orang mengantuk, terutama pada laki-laki. Bagian otak yang dikenal sebagai prefrontal korteks akan turun setelah ejakulasi. Ini bersamaan dengan pelepasan oksitosin dan serotonin, dapat menyebabkan orang mudah tertidur.