Fifty Shades of Grey berhasil membuat banyak penonton di seluruh dunia tertarik. Kisah romansa yang dibarengi oleh kelainan seksual sadomasokis membuatnya jadi berbeda dengan film-film lainnya. Sejumlah pihak bahkan berani menilai bahwa film tersebut lebih baik dari novelnya. Sebuah anomali yang jarang kita temukan. The Guardian jadi salah satu pihak yang setuju, dan mengatakannya, “Lebih baik daripada adaptasinya (novelnya)”.

Mengenai cerita, banyak dari kamu mungkin terlah mengetahuinya dan sudah mulai tak sabar menunggu sekuelnya yang bakal tayang pada Hari Valentin tahun 2017. Buat kamu yang nonton, mending buruan cari filmnya. Biar nggak kaget tiba-tiba nonton film kelanjutannya yang bakal hits 2017 nanti.



10. The Reader, kisah sepasang kekasih dengan umur hubungan singkat, dan berakhir tragis di akhir film

Michael divonis sakit DBD dan harus istirahat tiga bulan. Namun, setelah dia sembuh, Michael teringat pada seorang wanita yang menolongnya saat di awal mula dia jatuh sakit. Wanita itu adalah Hanna, seorang kondektur kereta yang menemukannya saat dia gontai dan muntah-muntah di jalanan. Setelah sembuh, Michael menemui Hanna dengan membawa bunga sebagai ucapan terima kasih. Akhirnya, keduanya kerap menghabiskan banyak waktu luang bersama. Bercinta dan membacakan buku cerita atau novel sastra menjadi keseharian Michael ketika ada di apartemennya.

Tiga bulan kemudian, Hanna meninggalkan Michael tanpa sebab. Kisah mereka semakin berakhir tragis ketika Michael yang telah melanjutkan sekolah di bidang hukum mengetahui bahwa Hanna terlibat dalam pembantaian yang dilakukan Nazi. Hanna kemudian menerima hukuman seumur hidup. Seminggu sebelum Hanna dibebaskan, dia ditemukan gantung diri. Kisah menjelang kematian dan pasca kematian Hanna itulah yang bisa membuat orang-orang kagum terhadap film tersebut. Makanya, dari pada penasaran sama spoiler yang nggantung ini, mending cari filmnya dan tonton secepatnya. :))

Itulah tadi 10 film yang mengandung unsur seksualitas di dalamnya tapi memiliki kualitas yang bagus. Bagaimana pun, setiap karya pasti punya sisi positif. Tugas kita adalah tak menilainya dari satu sisi saja. Kalau kata orangtua dulu mah, “Ambil baiknya, buang buruknya.” Masih relevan, bukan?

Dari 10 film di atas, kira-kira mana nih yang jadi favoritmu? Kalau kamu punya referensi film lain, jangan ragu kasih tau kami di kolom komentar ya!