Kalau kamu melihat posternya, kamu mungkin akan menilai film tersebut sebagai film porno. Adegan dewasa memang ada, tapi scene tersebut merupakan salah satu bagian penting dalam film. Matthew, seorang mahasiswa asal Amerika Serikat, dikirim ke Perancis karena pertukaran pelajar. Ia tiba di Paris untuk memelajari bahasa Perancis. Di sana, ia bertemu dengan Theo dan Isabelle, saudara kembar yang berideologi liberal. Jiwa mereka bebas dan punya pandangan bebas pula soal seksualitas. Mereka pun memiliki mimpi-mimpi absurd. Pantaslah kalau disebut The Dreamers.
Tentang pandangan bebas soal seksualitas, bukan berarti lantas film ini beralih menjadi film esek-esek. Film ini malah dinilai punya seni, dan penggambaran adegan seks sebagai sebuah adegan penting, disusun dengan rapi, sehingga tak ada yang berani menyebutnya sebagai film murahan. Akhir dari film ini pun memiliki interpretasi sendiri bagi khalayak. Penasaran? Buktikan saja sendiri, ketimbang makin menjadi-jadi spoiler ini. :))
Film apalagi sih yang dianggap terlalu porno namun sejatinya memiliki kisah yang begitu inspiratif?