Tidak lupa juga digigitgigit kecil masing-masing payudaraku, membuatku hanya bisa merem melek dan mendesahdesah terangsang. Saat itu barulah aku menyadari bahwa aku 100% takluk terhadap Pak Gatot. Belum pernah aku dibuat senikmat ini, pacarku yang dulu sama sekali tidak berpengalaman dalam foreplay seperti yang dilakukan Pak Gatot ini. Mm.. Pak.. oh.., rintihku berulang kali saat itu.

Cukup lama Pak Gatot memberikan seranganserangan dashyat terhadap kedua payudara dan putingku menggunakan telapak tangan, bibir dan lidahnya itu. Tibatiba saja aku menjerit cukup keras dan liar. Aku baru menyadari inilah orgasme terhebat yang pernah kurasakan. Tubuhku yang berkeringat itu sedikit terguncangguncang dalam cengkeraman Pak Gatot. Celana dalamku terasa sangat basah oleh cairan memekku.

Saat aku orgasme, Pak Gatot menyedoti kedua putingku bergantian dan meremasremas gunung kembarku dengan lebih kuat. Jeritanku bertambah keras dan liar karena merasakan kenikmatan yang amat sangat. Untuk beberapa saat orgasmeku berlangsung, dan selama itu pula Pak Gatot tidak pernah menghentikan serangannya terhadap kedua payudara dan putingku yang super sensitif. Akhirnya orgasmeku usai, dan aku hanya bisa berbaring dengan nafas amat berat dan tersengalsengal. Gila bener kamu Leni, padahal cuma Bapak mainin buah dada dan puting kamu, ternyata kamu udah orgasme segini hebatnya.

Maniak juga kamu ya! kata Pak Gatot dengan gembira dan bangga. Aku tersenyum malu dan wajahku memerah mendengar kata maniak. Senyuman Pak Gatot bertambah lebar melihat ekspresi wajahku. Kamu benerbener menggemaskan dan seksi abis! katanya lagi. Kemudian Pak Gatot merangkulku dengan lembut dalam posisi tubuhku masih dibawahnya, keringatku jelas menempel di kaos dan celana panjang Pak Gatot. Aku ingin membalas hangatnya rangkulan Pak Gatot, tapi berhubung masih bau kencur dalam urusan seks, aku malumalu dan hanya diam saja, tapi hatiku berdebardebar dan ekspresi wajahku menunjukkan kegembiraan. Pak Gatot mulai bercerita bahwa sudah sejak aku kelas satu ia mengincarku saat melihat aku dalam pelajaran olahraga memakai kaos.

Katanya meskipun aku tampak berusaha menggunakan kaos yang agak kelonggaran, ia tahu bahwa payudaraku sangat besar, apalagi porsi tubuhku bisa dibilang agak kurus. Penantian hampir dua tahun tidak siasia katanya. Aku sekali lagi hanya bisa tersenyumsenyum kecil dan malu. Pak Gatot juga menambahkan bahwa ia tidak pernah melakukan pemaksaan seperti ini terhadap siswisiswi lainnya. Ia mengaku amat sangat tidak tahan memikirkan kedua buah dadaku ini.