Memiliki pasangan yang usianya lebih tua dari kita itu ada plus-minusnya. Bukan cuma perbedaan topik obrolan, kadang kita sebagai orang yang lebih muda lebih segan untuk membuka obrolan terlebih dulu, apalagi saat pertama kali kenal. Ya, ini sama kasusnya saat kamu yang punya pasangan berusia 30 tahun-an alias lebih tua. Tapi kalau kata orangtua sih, mereka yang sudah masuk usis 30 justru jauh lebih ideal dijadikan pasangan hidup karena sudah ‘matang’ dari segi usia dan finansial. Beneran gini nggak, ya?

Tapi kalau menurut Hipwee Community, memiliki pasangan yang sudah masuk kepala tiga justru sebuah keuntungan, lho. Bukan cuma soal kematangan secara usia dan finansial, tapi ternyata masih banyak hal yang akan membuatmu lebih ‘tenang’ sebagai perempuan yang hidup di era milenial. Lho, memang apa hubungannya? Nih, simak baik-baik deh biar kamu nggak penasaran lagi!

1. Topik obrolanmu mungkin seputar itu-itu saja, tapi yakinlah bahwa dia akan menyikapinya dengan dewasa dan bijaksana

Malas berbasa-basi adalah salah satu karakter dari lelaki berusia 30 tahun-an. Baginya, ngobrol romantis berdua pun nggak harus di kafe atau restoran yang sedang hits di Instagram, melainkan tempat-tempat sederhana seperti teras rumah atau taman kota. Kalau di bandingkan dengan mereka yang masih seusia denganmu, pasti akan ada banyak topik bahasan yang ditemui, tapi belum tentu kalau obrolan ini akan berlanjut ke tahap selanjutnya bukan?